Penyebab Jatuhnya Kerajaan Majapahit , Kerajaan Budha-Hindu Terbesar No 2 Indonesia

Penyebab Jatuhnya Kerajaan Majapahit – Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Budha terbesar no 2 di Indonesia yang sangat terkenal , tak hanya dari dalam tapi juga luar Indonesia. Kerajaan ini awalnya didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 di sekitar tepi sungai Brantas, Jawa Timur. Dan mulai sejak itu , kerajaan ini mulai berkembang hingga menjadi tersohor di seluruh belahan dunia. Walaupun menjadi salah satu kerajaan Hindu-Budha terbesar di Indonesia , namun kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan pada tahun 1527 setelah berhasil dikalahkan oleh Kesultanan Demak.

Penyebab Jatuhnya Kerajaan Majapahit

Nah buat kalian yang penasaran alasan dan penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit , yuk langsung saja kita simak informasinya berikut ini :

Penyebab Jatuhnya Kerajaan Majapahit

Kematian Gajah Mada

Gajah Mada adalah seorang panglima perang dan mahapatih kerajaan Majapahit yang sangat tersohor. Gajah Mada berhasil membawa Majapahit pada masa kejayaan. Gajah Mada terkenal dengan Sumpah Palapanya di mana majapahit dapat menyatukan seluruh kerajaan di Nusantara termasuk Pahang, Palembang, dan Temasik.

Kematian gajah Mada pada tahun 1364 adalah titik tolak kemerosotan https://www.belarusfight.com politik di pusat pemerintahan Majapahit. Setelah Gajah Mada wafat, kerjaan mengalami perubahan karena jabatan yang dipegang penerusnya tidak mampu ditangani.

Kematian Hayam Wuruk

Zaman pemerintahan Hayam Wuruk yang dibantu oleh Mangkabuminya Patih Gajah Mada. Pada masa ini Majapahit mengalami puncak kegemilangan dimana seluruh kawasan nusantara berhasil dimiliki kerajaan Majapahit. 25 tahun setelah Gajah Mada, Hayam Wuruk meninggal dan menjadi awal dari penyebab runtuhnya kerajaan Majapahit.

Kemangkatan Hayam Wuruk menjadikan kekuasan Majapahit semangkin tidak terkendali akibat perebutan tahta kerajaan dan kepincangan politik. Tahta kemudia diwariskan pada menantunya, Wikramawardana. Pergolakan politik pun bermula pada pemerintahan Wikramawardana.

Faktor Internal

  • Konflik Perebutan Takhta Kerajaan Majapahit

Konflik Kerajaan Majapahit yang pertama adalah tentang perebutan takhta yang berlangsung setelah Hayam Wuruk wafat pada tahun 1389 Masehi. Faktor perebutan tahta ini melibatkan Bhre Wirabhumi (anak selir Hayam Wuruk) dan Wikramawardhana (menantu Hayam Wuruk). Konflik perebutan takhta menyebabkan pecahnya persatuan keluarga dan bangsawan Kerajaan Majapahit.

  • Perang Paregreg

Penyebab Jatuhnya Kerajaan Majapahit

Konflik perebutan takhta pada perkembangannya berubah menjadi perang besar yang dinamakan dengan perang Paregreg. Perang Paregreg yang berlangsung pada tahun 1404 hingga 1406 sangat merugikan bagi aspek ekonomi, sosial dan politik Majapahit.

  • Tidak ada penerus handal

Faktor runtuhnya Majapahit lainnya adalah tidak adanya penerus. Setelah Hayam Wuruk wafat, Majapahit tidak memiliki sosok raja yang cakap untuk mengelola daerah kekuasaan Majapahit yang sangat luas.

  • Banyak negara vasal yang melepaskan diri dari Kerajaan Majapahit

Krisis sosial, ekonomi dan politik di pusat Majapahit mengakibatkan negara-negara vasal (bawahan) Majapahit memerdekakan diri. Negara vasal menganggap bahwa Majapahit sudah tidak lagi mampu untuk memberikan keuntungan maupun perlindungan terhadap wilayah kekuasaan mereka. Hal ini menyebabkan Majapahit perlahan tidak memiliki kawan.

Faktor Eksternal

  • Pengaruh Islam yang kuat di wilayah Majapahit

Dalam buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (2005) karya Slamet Muljana, menguatnya kekuatan Islam pada awal abad ke-15 Masehi mampu meruntuhkan eksistensi Majapahit. Islam mampu mengubah pola pandangan masyarakat Jawa ke arah modern yang identik dengan pembaharuan.

  • Serangan dari Kerajaan Demak

Pada tahun 1475, Raden Patah mendirikan kesultanan Demak yang berpusat di Demak , Jawa Tengah. Dengan dukungan dari ulama Jawa, Kesultanan Demak menyerang sisa-sisa kekuatan Majapahit di Jawa Timur.

  • Munculnya Pusat Perdagangan di Malaka

Kemunculan pusat perdagangan di selat Malaka menyebabkan ruang gerak perdagangan maritim Majapahit semakin sempit. Hal tersebut berpengaruh terhadap turunnya pendapatan Majapahit dari sektor perdagangan.